Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Thursday, June 15, 2017

RAMADHAN 1438H


Di Bulan yang penuh barakah ini, mari kita tingkatkan kualitas Shalat Fardhu kita, perbanyak Shalat Sunnah kita, hindari yang diharamkan Allah SWT, tinggalkan yang makruh, perbanyak yang sunnah, jauhi mata kita dari melihat yang haram, tutup aurat kita, pakai jilbab bagi yang Muslimah, jaga mulut kita dari perkataan dan pembicaraan yang tidak bermanfaat, perbanyak infaq, dan jalin silaturahim, insyaAllah kita semua bisa mencapai Taqwa di Ramadhan tahun ini.

Rasulullah SAW bersabda: ”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” [HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” [HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perawinya tsiqah (terpercaya)].

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan semata-mata karena mengharapkan Ridha Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. [HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759].

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor (atau buruk) dan tidak juga berlaku bodoh (atau ceroboh). Jika ada orang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kesturi (minyak wangi), (Allah SWT berfirman:) di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”. [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/22) dan Shahiih Muslim (III/157))].

Abu Hurairah r.a: Rasulullah SAW bersabda “Allah yang Maha Kuasa dan Maha Agung berfirman, ‘Hamba-Ku yang paling Aku sukai adalah yang menyegerakan berbuka puasa’ (tidak menunda-nunda berbuka puasa saat waktunya tiba). (HR. Tirmidzi dalam kitab Riyadhus Shalihin).

Anas r.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah kalian sahur (untuk berpuasa), karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu terdapat berkah” (Muttafaq ‘alaih, dalam kitab Riyadhus Shalihin).

Ibnu Abbas ra. berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, terlebih lagi pada bulan Ramadhan ketika ditemui malaikat Jibril AS. setiap malam di bulan Ramadhan malaikat Jibril AS datang menemui Rasulullah untuk membacakan Al – Qur’an. Saat ditemui oleh malaikat Jibril AS, Rasulullah SAW lebih pemurah daripada angin yang bertiup (akhlak nya sangat lembut dan menyejukkan)”. (Muttafaq ‘alaih dalam kitab Riyadhus Shalihin).

Orang yang paling beruntung di Ramadhan ini bukan orang yang sekedar meraih uang banyak dari hasil penjualan ta’jil atau perniagaan lainnya, tetapi orang yang paling beruntung adalah yang meraih banyak pahala dari amalan fardhu dan sunnah yang dilakukan dengan dasar keimanan dan dengan dasar mengharap ridha Allah SWT semata.

Orang yang rugi di Ramadhan ini bukan orang yang sekedar dagangannya tidak laku, tetapi orang yang paling rugi adalah yang amal-amalnya di Ramadhan tidak diterima Allah SWT karena dilakukan dengan riya’ dan bukan karena mencari ridha Allah SWT.

Mari kita warnai dan sambut 1/3 puncak Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, kurangi aktivitas yang kurang bermanfaat, perbanyak dzikir dan do’a, kurangi obrolan-obrolan yang mengarah pada ghibah, perbanyak shadaqah, kurangi belanja yang bersifat boros, insyaAllah kita bisa mengisi Lailatul Qadr dengan amal shaleh yang mengantarkan kita pada hidayah Allah SWT dan Taqwa yang haqqa tuqatih.

* * *