Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Sunday, November 27, 2016

TAUSIYAH KEBANGSAAN DEWAN PERTIMBANGAN MUI

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengeluarkan enam rekomendasi pasca-aksi demo 4 November 2016. Rekomendasi yang telah disepakati oleh 99 perwakilan ulama ini diberi nama Tausiah Kebangsaan.

Berikut enam butir Tausiah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI:

1. Memperkuat Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tanggal 11 Oktober 2016 tentang penistaan agama, dan seharusnya menjadi rujukan utama dalam menangani proses hukum masalah dugaan penistaan agama, sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan selama ini. Juga mendukung pernyataan sikap PBNU dan PP Muhammadiyah yang merupakan pendapat dan sikap sesuai ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Pendapat Keagamaan tersebut dikeluarkan sebagai kewajiban para ulama dalam menjaga agama dan mendorong kehidupan duniawi yang tertib, harmonis, penuh maslahat (haratsat addin wa siyaszu addunya), serta memelihara kerukunan hidup antarumat beragama demi persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Menyesalkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Seribu, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil Bapak itu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem ini. Itu hak Bapak Ibu. Jadi Bapak Ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya,” yang beredar luas di masyarakat.

Ucapan tersebut jelas dirasakan Umat Islam sebagai penghinaan terhadap Agama Islam, Kitab Suci Al Qur’an, dan ulama, karena memasuki wilayah keyakinan pemeluk agama lain dengan memberikan penilaian dan pemahaman yang diberikan para ulama, dan dengan memakai kata yang bersifat negatif, pejoratif, dan mengandung kebencian (hate speech). Ucapan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tersebut menunjukkan intoleransi dan rendahnya tenggang rasa terhadap keyakinan orang lain dan sangat potensial menciptakan kegaduhan sosial dan politik yang dapat mengarah kepada terganggunya stabilitas nasional.

3. Memberikan apresiasi kepada umat Islam dan beberapa elemen bangsa yang menggelar aksi damai 4 November 2016 sebagai reaksi yang telah berlangsung dengan aman dan damai yang dipimpin oleh para ulama, habaib dan para tokoh Islam. Aksi damai tersebut yang menunjukkan kesatuan dan kebersamaan semua elemen bangsa merupakan ekspresi demokrasi yang konstitusional dan positif untuk mendorong penegakan hukum di negeri yang menganut supremasi hukum. Insiden yang terjadi di luar waktu unjuk rasa adalah ulah provokator yang hanya ingin menciderai aksi damai tersebut.

4. Menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang mendalam atas jatuhnya korban (yang terluka maupun yang meninggal dunia), baik dari kalangan peserta aksi dan peserta keamanan dan diharapkan pada masa yang akan datang aksi damai tidak dihadapi dengan tindakan represif.

5. Karena kasus penistaan agama bukan masalah kecil, maka diminta agar proses hukum dijalankan secara berkeadilan, transparan, cepat, dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat luas.

6. Menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan dan provokatif serta memecah belah kehidupan umat dan bangsa Indonesia. Seraya menyerukan dan mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, dan terus memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa.

http://news.liputan6.com/read/2647863/ini-6-rekomendasi-dewan-pertimbangan-mui-terkait-kasus-ahok

Sunday, November 20, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN OKTOBER & NOVEMBER 2016


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Muharam & Safar 1438H / Oktober & November 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 2 laki-laki Mustahiq yang terdiri dari 1 Petugas Kebersihan dan 1 Pemulung Sampah di daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Majelis Ilmu 114

* * *

Thursday, October 27, 2016

PENDAPAT & SIKAP KEAGAMAAN MAJELIS ULAMA INDONESIA 11 OKTOBER 2016

Bismillahirrahmanirrahim. Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang antara lain menyatakan, ”… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..” yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

1. Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.

2. Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.

3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.

4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.

5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan :

1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.

3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.

5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.

Selasa, 11 Oktober 2016

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua Umum

DR. KH. MA’RUF AMIN

Sekretaris Jenderal

DR. H. ANWAR ABBAS, MM, MAg


Wednesday, October 26, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN AGUSTUS & SEPTEMBER 2016


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Dzulqadah-Dzulhijjah 1437H / Agustus-September 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 2 laki-laki Mustahiq yang terdiri dari 1 Petugas Kebersihan dan 1 Office Boy di daerah Tomang Jakarta Barat dan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin,

Salam ShemangatzZz,
 
Majelis Ilmu 114

* * *

Wednesday, October 12, 2016

ADAB DI MASJID

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan membangun masjid-masjid di kampung-kampung dan [memerintahkan untuk] dibersihkan [menjaga kebersihan Masjid] serta diberi wewangian (H.R Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany).

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid” [QS. AI-A’raf: 31]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “dalam ayat ini, Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai pakaian yang bagus ketika shalat”. Dan dijelaskan dalam kitab tafsir Imam Ibnu Katsir rahimahullah, “berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya disunahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari raya. Termasuk untuk menggunakan siwak/sikat gigi/membersihkan diri disertai memakai wangi-wangian/parfum yang halal”.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhubahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shaf pertama (dalam shalat), dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba”. [HR. Bukhari no 615].

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,… Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (QS. Al Maidah ayat 6). Dan hadits Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah tidak menerima shalat (yang dikerjakan) tanpa bersuci.”.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Boleh bagi seseorang berwudhu di tempat (ruangan yang sama dengan tempat) dia buang air kecil dan buang air besar, dengan syarat aman dari percikan najis, yaitu tempat wudhunya jauh dari tempat buang air, atau dibersihkan dahulu tempat turunnya air dari anggota badan sehingga menjadi bersih dan suci.”.

Dari Jabir radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan berbagai makanan yang menimbulkan bau tak sedap), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat   terganggu   dengan   bau   tersebut, sebagaimana manusia”. [HR. Bukhari no. 854 dan Muslim no. 1 564].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk” [HR. Bukhari no.537 dan Muslim no. 714].

Abu Qatadah radhiallahu’anhu berkata, “Saat kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau mengingatkan, “Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa menuju shalat.” Rasulullah menegur mereka, “Janganlah kalian lakukan hal itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat yang terlewat sempurnakanlah” [HR Bukhari no 635 dan Muslim no 437].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al-Quran (di saat dan di dekat orang yang sedang shalat sehingga mengganggu shalat orang tersebut). [HR Abu Daud no 1332 dan Ahmad no 430 dan dinilai shahih oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Nata-ijul Afkar jilid 2 halaman 16].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya orang yang lewat di depan orang yang (sedang) shalat  mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang  shalat” [HR Bukhari no 510 dan Muslim no1132].

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khutbah Jum’at, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya: ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jum’at baginya (artinya: ibadah Jum’atnya tidak sempurna).” (HR. Ahmad 1: 230).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jum’at (saat sedang mendengarkan khutbah jum’at), ‘Diamlah, khotib sedang berkhutbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia.”(HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Meludah di masjid adalah suatu dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut (membersihkan bagian Masjid yang telah dikotori)” [Shahih al-Bukhari no40].

Sabda Rasululllah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Barangsiapa mendengar seseorang mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid-masjid tidak dibangun untuk ini (sebagai tempat pengumuman barang-barang yang hilang)” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam at-Ta’liqot al-Hisan ‘ala Shahih Ibni Hibban, no.1649].

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu  bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!” [HR Tirmidzi no 1321, Hakim jilid 2 halaman 56, dan beliau berkata: Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disetujuhi oleh Imam Adz-Zahabi Dan Syeikh Al-Albani menilai shahih dalam Al-Irwa 1295].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Akan datang suatu masa kepada sekelompok orang, di mana mereka melingkar di dalam masjid untuk berkumpul dan mereka tidak mempunyai kepentingan kecuali dunia dan tidak ada bagi kepentingan apapun pada mereka maka janganlah duduk bersama mereka” [HR al-Hakim jilid 4 halaman 359 dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani].

* * *

Sunday, August 28, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN JULI 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Syawal 1437H / Juli 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 4 Mustahiq yang terdiri dari 2 laki-laki Pemulung Sampah, 1 laki-laki Tukang Tambal Ban, dan 1 perempuan lansia fakir di daerah Tomang Jakarta Barat dan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur dan Pegawai PPDPP yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Monday, August 22, 2016

KEUTAMAAN DO'A

Allah SWT berfirman: “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS Al-Mukmin [40]: 60).

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku (Allah SWT), maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah ayat 186).

“Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir).

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meminta (berdo’a) kepada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Nabi SAW bersabda: “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Orang yang berdo’a kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan do’anya, orang yang meminta kepada-Ku, akan Aku penuhi permintaannya dan orang yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni ia.” (HR. Al-Bukhari, no. 7494 dan Muslim, no.758).

Bersambung . . .

Tuesday, July 12, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN JUNI 2016


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Ramadhan 1437H / Juni 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 4 Mustahiq yang terdiri dari 3 laki-laki Pemulung Sampah di daerahTomang Jakarta Barat dan Kebayoran Baru, serta 1 laki-laki Marbot Masjid Al-Mu'minun di Kebayoran Baru.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Sunday, July 10, 2016

SALAM IDUL FITRI 1437H



Bismillahir Rahmanir Rahim,

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ila ha illa Allah, huwa Allahu akbar

Allahu Akbar wa lillahil hamd

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Kepada Seluruh Sahabat Majelis, Mohon Maaf lahir Batin,

InsyaAllah, semua amal ibadah Ramadhan kita diridhai Allah SWT,

InsyaAllah kualitas aqidah, ibadah dan akhlak kita terus meningkat, istiqamah hingga Ramadhan yang akan datang,

Majelis Ilmu 114

* * *

Wednesday, June 22, 2016

SHALAT TARAWIH



Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala (Ridha Allah SWT), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Qiyam Ramadhan yang dimaksud adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh Imam An Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Shalat tarawih termasuk “qiyamul lail” yaitu shalat Sunnah di malam bulan Ramadhan [Lihat Al Jaami’ Li Ahkamish Sholah, 3/63 dan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9630].

Shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para shahabat secara berjama’ah yang hanya tiga kali dilakukan, dan dilakukan sesudah shalat isya' sebelum tidur malam.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha dijelaskan bahwa: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam (di bulan Ramadhan) keluar dan shalat (selain dari Shalat Fardhu dan Sunnah yang biasa dikerjakan) di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang. Pada hari berikutnya ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, dan Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa sallam keluar dan shalat. Pada malam keempat masjid tidak mampu menampung jama’ah. Pada malam itu Beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam (menunggu Rasul SAW untuk Shalat berjama’ah), namun (Rasul SAW tidak hadir karena) aku (Rasul SAW) khawatir (Shalat tersebut akan) diwajibkan atas kalian, kemudian kalian tidak mampu mengamalkannya”. [Hadits Riwayat Bukhari 924 dan Muslim 761].

JUMLAH RAKA’AT SHALAT TARAWIH

Pendapat pertama, yang membatasi hanya sebelas raka’at. Ini pendapat Syaikh Al Albani dalam kitab beliau Shalatut Tarawaih.

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738).

Pendapat kedua, shalat tarawih adalah 20 raka’at (belum termasuk witir). Inilah pendapat mayoritas ulama semacam Ats Tsauri, Al Mubarok, Asy Syafi’i, Ash-haabur Ro’yi, juga diriwayatkan dari ‘Umar, ‘Ali dan sahabat lainnya. Bahkan pendapat ini adalah kesepakatan (ijma’) para sahabat.

Al Kasaani mengatakan, “’Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu Ta’ala ‘anhu. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. Tidak ada seorang pun yang mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma’ atau kesepakatan para sahabat.”

Ad Dasuuqiy dan lainnya mengatakan, “Shalat tarawih dengan 20 raka’at inilah yang menjadi amalan para sahabat dan tabi’in.”

Ibnu ‘Abidin mengatakan, “Shalat tarawih dengan 20 raka’at inilah yang dilakukan di timur dan barat.”

‘Ali As Sanhuriy mengatakan, “Jumlah 20 raka’at inilah yang menjadi amalan manusia dan terus menerus dilakukan hingga sekarang ini di berbagai negeri.”

Al Hanabilah mengatakan, “Shalat tarawih 20 raka’at inilah yang dilakukan dan dihadiri banyak sahabat. Sehingga hal ini menjadi ijma’ atau kesepakatan sahabat. Dalil yang menunjukkan hal ini amatlah banyak.” (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9636)

Pendapat ketiga, shalat tarawih adalah 39 raka’at dan sudah termasuk witir. Inilah pendapat Imam Malik. Beliau memiliki dalil dari riwayat Daud bin Qois, dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan riwayatnya shahih. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/419)

Pendapat keempat, shalat tarawih adalah 40 raka’at dan belum termasuk witir. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh ‘Abdurrahman bin Al Aswad shalat malam sebanyak 40 raka’at dan beliau witir 7 raka’at. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan tanpa batasan bilangan sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah. (Lihat Kasyaful Qona’ ‘an Matnil Iqna’, 3/267).

* * *

Wednesday, June 15, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN MEI 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rajab 1437H / Mei 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 1 Perempuan Petugas Kebersihan di daerah Grogol Jakarta Barat dan 3 orang anak yatim dhuafa di Ciputat Tangerang Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


SALAM RAMADHAN 1437H / 2016

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
 
Para Sahabat Majelis dan seluruh Umat Islam yang dirahmati Allah SWT, mari kita sambut bulan Ramadhan 1437H/2016 dengan meluruskan niat lillahi ta'ala, maksimalkan ibadah, InsyaAllah kita semua menjadi insan yang bertaqwa.
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan". (HR. Ahmad dan Nasai).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Shahiih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Shalat fardhu lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antara masa tersebut seandainya dosa-dosa besar dijauhkannya.”.

Salam Ramadhan,
Salam ShemangatzZz,
Majelis Ilmu 114
Imam Majelis


Sunday, May 15, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN APRIL 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Jumadil Akhir 1437H / April 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 20 ANAK YATIM DHUAFA di daerah Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Dr. Ir. H. Syarif Burhanuddin, M.Eng selaku salah satu Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis dan terselenggaranya kegiatan ini.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

 

Sunday, April 24, 2016

JADWAL TAUSIYAH “MENGENAL SURAH-SURAH AL-QUR’AN” APRIL 2016 DI MASJID AL-MU’MINUN

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Sahabat Majelis yang dirahmati Allah SWT, berikut ini adalah jadwal Tausiyah: “Mengenal Surah-Surah Al-Qur’an” yang InsyaAllah akan disampaikan oleh Imam Majelis pada bulan April 2016 di Masjid Al – Mu’minun. Revisi Jadwal Pembacaan Tafsir Ibnu Katsir: InsyaAllah akan diselenggarakan pada hari Kamis, 28 April 2016.

InsyaAllah kita semua dapat berkumpul untuk silaturahim, memakmurkan Masjid dan menghidupkan Ilmu Al-Qur’an.

Salam ShemangatzZz,

Majelis Ilmu 114

* * *

Wednesday, April 6, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN MARET 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Jumadil Awal 1437H / Maret 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 kedua diberikan kepada 4 orang Mustahiq di Depok Baru Jawa Barat, Tomang Jakarta Barat, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Kunciran, Kota Tangerang yang terdiri dari 2 perempuan lansia fakir dan 2 laki-laki pemulung sampah.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, March 23, 2016

AQIQAH

Aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Hukum aqiqah menurut Imam Syafii dan Imam Hambali adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan / hampir diwajibkan).

Dari Samurah bin Jundub: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, (sampai) disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya) dan diberi nama”. [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165]. Al-Khaththabi rahimahullah berkata : “Imam Ahmad berkata, Ini mengenai syafaat. Beliau menghendaki bahwa jika si anak (dengan sengaja) tidak diaqiqahi (oleh orangtuanya, padahal orangtuanya mampu), lalu anak itu meninggal waktu (usianya) kecil (belum baligh), (maka) dia (anak itu) tidak bisa memberikan syafa’at bagi kedua orang tuanya” [Ma’alimus Sunan 4/264-265, Syarhus Sunnah 11/268]. Disebutkan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah: “Bersama seorang bayi ada aqiqah, maka alirkan darah (yaitu, sembelihlah aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (yaitu cukurlah rambutnya) darinya”. [HR Bukhari secara mu’allaq dan diwashalkan oleh Thahawi, juga riwayat Abu Dawud, 2839, Tirmidzi no. 1515].

SUNNAH BAGI ORANGTUA SAAT ANAKNYA LAHIR:

Menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib (dari Imam Nawawi dalam kitab Minhajut Talibin) saat seorang anak lahir, maka disunnahkan orangtuanya (bapaknya) melakukan hal-hal berikut untuk anak tersebut:
  1. Segera setelah anak lahir ayah memperdengarkan adzan pada kuping kanan anak dan iqomah pada kuping kirinya.
  2. Memberi sedikit kurma yang sudah dilembutkan pada mulut anak sampai tertelan. Apabila tidak ada kurma, maka bisa diganti dengan sesuatu yang manis.
  3. Diberi nama pada hari ketujuh. Boleh memberi nama sebelum hari ketujuh atau setelahnya.
  4. Setelah penyembelilan hewan aqiqah, rambut bayi dipotong dan sunnah bersedekah dengan emas atau perak seberat timbangan rambut yang dipotong.
DO’A UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR:

“Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin”.

Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjelaskan: “Sebagian ulama mengartikan “setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya” bahwasanya aqiqah adalah sebab anak tersebut terlepas dari kegelisahan dalam maslahat agama dan dunianya. Hatinya akan begitu lapang setelah diaqiqahi. Jika seorang anak tidak diaqiqahi maka keadaannya akan selalu gelisah layaknya orang yang berutang dan menggadaikan barangnya”.

HEWAN AQIQAH ADALAH KAMBING:

Dalam “Fathul Bari” (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan : “Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat aqiqah.” Menurut beliau : “Tidak sah aqiqah seseorang yang menyembelih selain kambing”.

JUMLAH HEWAN AQIQAH:

Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bagi anak laki-laki (Aqiqahnya) dua ekor kambing yang sama (kondisinya dan setara beratnya), sedangkan bagi anak perempuan (Aqiqahnya) satu ekor kambing”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

DO’A MENYEMBELIH HEWAN AQIQAH:

Diriwayatkan al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubra dan Abu Ya’la dalam Musnadnya: dari Aisyah –radhiyallahu anha- berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengaqiqohi al-Hasan dan al-Husain masing-masing dua kambing pada hari ketujuh (kelahiran). Beliau memerintahkan agar pada kepala anak itu dihilangkan kotoran (digunting rambutnya). Dan beliau bersabda: Sembelihlah (aqiqah) dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diaqiqahi). Ucapkan:

“Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan” Artinya: Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari Mu dan untuk Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan.

“Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin”

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

KONSUMSI DAN DISTRIBUSI DAGING AQIQAH:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud”: “Seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya (daging aqiqahnya). Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut.

DAGING AQIQAH TIDAK BOLEH DIJUAL:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud”: “Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya.

* * *

Friday, March 4, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN FEBRUARI 2016

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim,

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rabiul Akhir 1437H / Februari 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 diberikan kepada 4 orang Mustahiq di Tomang, Jakarta Barat dan Kunciran, Kota Tangerang yang terdiri dari 1 anak yatim laki-laki, 1 perempuan lansia pemikul kayu, dan 1 laki-laki lansia pemulung sampah dan 1 laki-laki lansia tukang parkir.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. Alhamdulillah sudah lebih dari 200 orang mustahiq yang mendapatkan manfaat dari para Donatur/Sahabat dan Penggerak Majelis Ilmu 114.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin,

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, February 24, 2016

JADWAL TAUSIYAH “MENGENAL SURAH-SURAH AL-QUR’AN” MARET 2016 DI MASJID AL-MU’MINUN

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Sahabat Majelis yang dirahmati Allah SWT, berikut ini adalah jadwal Tausiyah: “Mengenal Surah-Surah Al-Qur’an” yang InsyaAllah akan disampaikan oleh Imam Majelis pada tanggal 15 dan 28 bulan Maret 2016 di Masjid Al – Mu’minun.

InsyaAllah kita semua dapat berkumpul untuk silaturahim, memakmurkan Masjid dan menghidupkan Ilmu Al-Qur’an.

Salam ShemangatzZz,

Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, February 10, 2016

SHALAT JENAZAH DAN SHALAT GHAIB


Shalat jenazah adalah shalat yang dilakukan untuk jenazah muslim/muslimah setelah dimandikan dan dikafani, yang dimaksudkan untuk mendoakan jenazah agar mendapatkan ampunan dan kehidupan yang baik di alam kubur dan akhirat. Shalat Ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan ketika jasad mayit sudah dimakamkan, atau shalat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari keberadaan mayit.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW mengumumkan kematian An Najasyi (seorang Raja di negeri Habasyah (Ethiopia)) pada hari kematiannya. Rasul keluar bersama para sahabatnya ke lapangan, lalu mengatur shaf, kemudian (melaksanakan shalat dengan) bertakbir sebanyak empat kali.” (HR Bukhari).

Dari Ibnu Abbas ra, ia menyatakan bahwa Rasulallah SAW lewat dekat sebuah kuburan yang baru semalam dikuburkan. Rasulallah saw bertanya: ”Kapan dikuburkan?”. Mereka menjawab: ”Tadi Malam”. Beliau bertanya lagi: ”Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?”. Mereka menjawab: ”Kami kuburkan ia tengah malam yang sangat gelap karena itu kami tidak mau membangunkan engkau”. Lalu Nabi berdiri, kami berbaris dibelakang beliau untuk shalat. Ibnu Abbas berkata:”Dan aku termasuk orang yang berbaris. Maka beliau shalat” (HR Bukhari dan Muslim).

NIAT:

Niatkan dalam hati dan dimantapkan dengan diucapkan secara sirr (pelan) bahwa kita berniat menunaikan shalat jenazah/ghaib untuk almarhum/almarhumah dengan 4 takbir, fardu kifayah (hukumnya wajib secara umum untuk kaum muslim), hanya untuk memohon ridhanya Allah SWT / dilaksanakan hanya karna Allah semata, kemudian “Takbir”. Atau bisa juga dengan membaca secara sirr niat berikut ini:

Shalat Jenazah: “USHALLI ALA HADZAL MAYYITI, AR-BA ’A TAKBIRATIN FARDAL KIFAYATI (MA’MUMAN / IMAMAN) LILLAAHI TA ’ALA, ALLAAHU AKBAR”.

Shalat Ghaib: “USHALLI ALAL MAYYITIL GHAIBI AR-BA ’A TAKBIRATIN FARDAL KIFAYATI (MA’MUMAN / IMAMAN) LILLAAHI TA ’ALA, ALLAAHU AKBAR”.

BACAAN SETELAH TAKBIR PERTAMA:

Membaca Al – Qur’an Surah “Al – Fatihah”.

BACAAN SETELAH TAKBIR KEDUA:

Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad saw, minimal membaca:

“ALLAHUMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD”

atau bisa membaca:

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ’ALA ALI MUHAMMAD. KAMA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM WA ‘ALA ALI IBRAHIM. WA BARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD. KAMA BARAKTA ‘ALA IBRAHIM WA ‘ALA ALI IBRAHIM FIL ‘ALAMINA INNAKA HAMIDUN MAJID”.

Artinya:

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya di seluruh alam ini, Engkaulah Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

BACAAN SETELAH TAKBIR KETIGA:

“ALLAHHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA ’AFIHI WA’FU ANHU”

Artinya:

“Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia”.

Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan “Lahu” diganti dengan “Laha”. Jika mayatnya banyak maka bacaan “Lahu” diganti dengan “Lahum”.

BACAAN SETELAH TAKBIR KEEMPAT:

“ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WA LAA TAF-TINNAA BA’DAHU WAGHFIR LANAA WA LAHU”

Artinya:

“Yaa Allah, janganlah Engkau tolak pahalanya / janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

SALAM SETELAH BACAAN TAKBIR KEEMPAT:

“ASSALLAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH”

Artinya:

“Salam keselamatan untuk kamu sekalian dan rahmat Allah serta barakah semoga diberikan oleh Allah SWT kepada kamu sekalian.”

KEUTAMAAN SHALAT JENAZAH:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Yazid bin Kaisan telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.” Saya bertanya, “Wahai Abu Hurairah, seperti apakah (besarnya) dua qirath itu ?” ia menjawab, “Yaitu seperti gunung Uhud.” (HR. Muslim).

* * *

Tuesday, February 2, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN JANUARI 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rabiul Awal 1437H / Januari 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 diberikan kepada 4 orang Mustahiq di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA dan Jakarta Barat yang terdiri dari 1 perempuan pedagang keliling jajanan pasar, 1 perempuan fakir miskin, dan 2 perempuan pemulung sampah.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Monday, January 25, 2016

HUJAN

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka (yang membutuhkan air) menjadi gembira”. (Al-Qur’an Surah Ar Rum ayat 48)

“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal”. (Al-Qur’an Surah Al Jaatsiyah ayat 5)

“Dan Dialah (Allah SWT) yang (memerintahkan) meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. (Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 57)

”Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir”. (Al-Qur’an Surah Yunus ayat 24)

Hujan adalah Rahmat dari Allah SWT, maka jangan mempersekutukan Allah SWT:

“Dialah (Allah SWT) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 22)

Hujan bisa menjadi salah satu bentuk adzab dari Allah kepada orang-orang kafir:

“Maka masing-masing (mereka yang kafir, yang menentang Allah SWT dan mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. (Al-Qur’an Surah Al ‘Ankabuut ayat 40)

Hujan karena karunia dan Rahmat Allah SWT bukan karena bintang atau yang lainnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “pada pagi hari, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Barang siapa yang mengatakan ’muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih’ (kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah) maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘muthirna binnau kadza wa kadza’ (kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini) maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang”. (HR. Bukhari, no. 846; Muslim, no. 71)

Do’a meminta hujan yang bermanfaat:

Hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha: ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shayyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]” (HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An Nasai no. 1523).

Turunnya hujan adalah salah satu waktu yang baik untuk berdo’a:

Hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

Do’a Memohon Agar Allah SWT menghentikan atau mengalihkan hujan ke tempat yang membutuhkan:

Allahumma hawa layna wa la ‘alayna “ (Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami). Allahumma ‘alal akaami wazziraabi (Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah). Wa butuunil audiyati wa manaa bitisy syajar (dan pada tanah-tanah yang menumbuhkan pepohonan). (Sumber: Hadits Riwayat Bukhari no. 1014)

* * *

Wednesday, January 6, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN DESEMBER 2015 [2/2]

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Shafar 1437H / Desember 2015, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 kedua diberikan kepada 5 orang anggota keluarga korban kebakaran di Tomang Tinggi 15 Jakarta Barat yang terjadi pada tanggal 2 Desember 2015 sekitar pukul 02.00 WIB.

Terima kasih kepada Lumbung Amal Shalih (LASH) Masjid Al – Mu’minun dan Para Sahabat Majelis yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *