Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Wednesday, February 25, 2015

MANFAAT SHALAT

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Ankabut (29) Ayat 45).

Menjaga Kebersihan.

Salah satu ni’mat besar yang Allah SWT berikan kepada kita adalah ni’mat sehat. Dan salah satu yang utama untuk menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Tuntunan Islam telah memberikan kita jalan untuk menjaga kesehatan dengan selalu mensucikan diri, salah satunya adalah dengan adanya kewajiban untuk berwudhu sebelum Shalat.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Maidah ayat 6).

InsyaAllah orang-orang yang senantiasa menjaga shalatnya, akan selalu terjaga kebersihan dan kesehatannya.

Memurnikan Ikhlas dan Mengikis Sifat Munafik.

Manusian diciptakan untuk ibadah kepada Allah SWT. Dan untuk menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita agar selalu lurus ikhlas dalam ibadah kepada Allah SWT, kita diberikan kewajiban Shalat Fardhu lima waktu dalam sehari.

Allah SWT berfirman: Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,” (QS. Al An’am ayat 162).

Namun demikian, diantara manusia, ada yang tidak memahami tujuan dirinya diciptakan. Mereka hendak membangkang kepada Allah SWT, dan berpura-pura taat. Maka kewajiban Shalat adalah salah satu perangkat tuntunan Islam untuk mendeteksi dan membedakan antara manusia yang benar-benar taat kepada Allah SWT dengan mereka yang munafik. Maka Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (QS. An Nisa ayat 142).

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT dengan menjaga Shalatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)”. (QS. Al A’raf ayat 29).

Dengan adanya kewajiban Shalat, Allah SWT tidak hanya menjaga umatnya agar tetap bersih jasmaninya, tetapi juga bersih jiwa dan hatinya. Karena sesungguhnya bersih secara fisik tidak memberikan manfaat jika jiwa dan hati kita tidak bersih.

Membiasakan Menjaga Penampilan.

Kewajiban Shalat, disempurnakan dengan tuntunan untuk dilaksanakan secara berjama’ah di Masjid. Dan untuk itu Allah SWT berfirman: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A’raf ayat 31).

Tuntunan Islam tidak hanya sekedar menuntun kita untuk menjaga kebersihan, tetapi juga menjaga penampilan kita agar selalu terlihat rapi dan indah dipandang mata, tanpa berlebih-lebihan.

Menjalin Silaturahim.

Tuntunan Shalat berjamaah juga secara langsung telah menuntun kita, umat Islam, untuk saling mengenal, menjalin dan menjaga silaturahim antar sesama muslim. Shalat berjamaah melatih umat Islam untuk saling peduli satu sama lain, sehingga jika ada yag sakit dan ada yang butuh bantuan, maka dapat diketahui dan dibicarakan bersama. Momen Shalat berjama’ah membuka kesempatan kepada sesama muslim untuk bisa bertemu secara rutin untuk berbagi informasi dan berbagi kebaikan.

Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “…..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (QS. Al Maidah ayat 2).

Mendapatkan Pertolongan Allah SWT.

Selain membuka peluang untuk bisa saling tolong menolong antar sesama Muslim, Shalat juga menjadi salah satu cara bagi kita Umat Islam untuk mendapatkan pertolongan yang paling kuat, yaitu pertolongan dari Tuhan Yang Maha Besar. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah ayat 153).

Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT.

Dengan melaksanakan Shalat, seorang Muslim tidak hanya akan mendapatkan petolongan dari Allah SWT di dunia, tetapi juga mendapatkan pertolongan Allah SWT di akhirath nanti. Jika dosa-dosa selama hidup akan membawa kesulitan di akhirath nanti, maka satu-satunya pertolongan yang bermanfaat adalah ampunan dari Allah SWT terhadap dosa-dosa kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Jika imam mengucapkan, ‘Ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka ucapkanlah ‘amin’. Karena sesungguhnya siapa yang mengucapkannya bersamaan dengan ucapan (amin) malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq’alaih, al-lu’lu’ wal Marjan 231).

Selain itu, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda yang artinya, “Tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah pada hari kiamat di saat tiada naungan selain naunganNya… salah satunya: laki-laki yang hatinya senantiasa tertambat pada masjid-masjid.”. (al-lu’lu’ wal Marjan 610).

Mendapatkan Riziki & Pahala dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (QS. Thaha ayat 132).

Ayat tersebut mempertegas agar kita jangan pernah tinggalkan shalat karena khawatir usaha atau kerja kita akan terganggu dan mengurangi riziki kita.

Bukan hanya riziki di dunia yang akan kita peroleh, tetapi pahala yang dapat mangantarkan kita selamat di akhirath juga akan kita peroleh, demikian Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Baqarah ayat 110).

Bahkan untuk Shalat berjama’ah, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.”. (HR. Bukhari 645, Muslim 650).

Sungguh kebaikan yang banyak akan diperoleh oleh umat Islam karena Shalatnya kepada Allah SWT. Untuk itu, kembali dalam Al-Qur’an dipertegas kepada kita bahwa: “…..orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia”. (QS. Al Anfal ayat 3 dan 4).

Mendapatkan Surga dari Allah SWT.

Puncak dari segala kebaikan adalah akhir yang baik. Dan sebaik-baik akhir itu adalah kembali kepada Allah SWT dengan mendapatkan keridhaan-Nya.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar Rad ayat 22-24).

InsyaAllah kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan manfaat Shalat dan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT di dunia dan di akhirath.

* * *

Monday, February 2, 2015

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-13 TAHUN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim



Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu, 26 Rabiul Awal 1436H / 17 Januari 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-13. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 telah merekam audio Tafsir Qur’an (Ibnu Katsir) Surah Al Kautsar dan Surah Ad Dhuha, serta telah menyalurkan Infaq kepada 6 orang Mustahiq di daerah sekitar TAMAN SUROPATI, JAKARTA PUSAT. Penerima manfaat adalah 2 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah dan petugas kebersihan, 1 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah, 2 orang laki-laki pedagang keliling jual beli barang bekas, dan 1 orang laki-laki pedagang tisu.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 22)

“Dan (apa saja) musibah yang menimpa kamu maka (itu) adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.

(Al – Qur’an Surah Asy Syura ayat 30).

KUMPULAN NOMOR 106

BUKAN GOLONGAN YANG BAIK

Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Auf dari Khalid Al Ahdab dari Shafwan bin Muhriz dia berkata; Abu Musa pernah jatuh pingsan, kemudian orang-orang menangisinya, lalu ia berkata, “Aku berlepas diri dari kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri (dan mengatakan): “Bukan golongan kami, orang-orang yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (pakaian) dan meratap (larut dalam kesedihan) ketika tertimpa musibah”. (HR. Nasai nomor 1838).

KUMPULAN NOMOR 107

ORANG YANG PALING BERAT COBAANNYA

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim dari Mush’ab bin Sa’d dari Sa’ad ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya; Siapakah orang yang paling berat cobaannya? Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang yang mulia sesudahnya (derajat keimanannya setingkat di bawahnya), dan orang-orang yang mulia sesudahnya )derajat keimanannya setingkat di bawahnya). Seseorang akan diuji sesuai dengan tingkat agamanya. Jika agamanya teguh, maka ia akan bertambah teguh, namun jika agamanya lemah maka ia pun bertambah lemah. Musibah akan terus menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini tanpa ada satu dosa pada dirinya.”. (HR. Darimi nomor 2664).

KUMPULAN NOMOR 108

TALBINAH

Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus bin Yazid dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha menganjurkan mengkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) bagi orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, ia juga berkata; “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) itu dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit dan membantu menghilangkan kesedihan”. (HR. Bukhari nomor 5257).

KUMPULAN NOMOR 109

TANGISAN KEPADA MAYIT

Dari Ibnu Abbas bahwa ‘Aisyah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menambah siksaan terhadap orang kafir, karena tangisan keluarganya atas kematiannya.”. Abdullah berkata; Selanjutnya Aisyah berkata; Cukuplah firman Allah ini sebagai dalil bagi kalian, “Dan orang yang berdosa, tidak akan memikul dosa orang lain”. (HR. Muslim nomor 1544).

Ada yang mengatakan bahwa mayit akan disiksa karena tangisan keluarga. Ketika hal tersebut didengar oleh Aisyah r.a, maka ia menyampaikan hadits tersebut diatas. Islam menuntun kita untuk tidak berlebihan dalam bersedih terhadap orang yang meninggal dunia dan mayit (orang beriman) tidak akan disiksa karena ditangisi.

KUMPULAN NOMOR 110

MUSIBAH MENGGUGURKAN DOSA MUSLIM

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim At Taimi dari Al Harits bin Suwaid dari Abdullah radliallahu ‘anhu; saya pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit, kataku selanjutnya; “Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat, oleh karena itulah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.” Beliau menjawab: “Benar, tidaklah seorang muslim yang tertimpa musibah melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya.”. (HR. Bukhari  nomor 5215).

* * *