Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Wednesday, January 21, 2015

PENYALURAN INFAQ KE-115 S.D KE-118

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu-Ahad, 12-13 Rabiul Awal 1436H / 3-4 Januari 2015, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 4 Mustahiq di daerah CILACAP, JAWA TENGAH. Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah, 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah dan 1 janda fakir miskin.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *



Monday, January 19, 2015

MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)




MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

(Al - Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 155-157).

KUMPULAN NOMOR 101
ISTIRJA


Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah mengabarkan kepada kami Tsabit, dari Ibnu Umar bin Abu Salamah, dari ayahnya dari Ummu Salamah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian tertimpa musibah maka hendaknya ia mengucapkan;

“INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAAHUMMA 'INDAKA AHTASIBU MUSHIIBATII FA  AJIRNII FIIHAA WA ABDIL LII BIHAA KHAIRAN MINHAA” (yang artinya):“sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali. Ya Allah aku mengharapkan kebaikan pada musibahku dan berilah aku kebaikan padanya dan gantikanlah (yang habis akibat musibah) untukku yang lebih baik darinya”.

(HR Abu Daud nomor 2712).

KUMPULAN NOMOR 102
KEUTAMAAN ISTIRJA

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' Ibnul Jarrah dari Hisyam bin Ziyad dari Ibnunya dari Fathimah binti Al Husain dari Bapaknya ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tertimpa musibah kemudian teringat kejadian tersebut lalu mengucapkan istirja (ucapan Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun), meskipun kejadiannya telah berlalu, maka Allah tetap akan menulis pahalanya.".

(HR. Ibnu Majah nomor 1589).

Jangan mencaci maki musibah dan jangan juga mengeluhkan musibah. Gunakan lisan kita untuk mengucapkan istirja adalah jauh lebih bermanfaat dari sekedar marah-marah atau mengucapkan kata-kata putus asah.

KUMPULAN NOMOR 103
PERUMPAMAAN ORANG MUKMIN

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang mu`min seperti tanaman, angin senantiasa menerpanya (ke kiri dan ke kanan) dan orang mu`min itu akan senantiasa tertimpa musibah, sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon padi, tidaklah ia bergerak hingga di ketam." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.

(HR. Tirmidzi nomor 2792).

Sabar, tawakal kepada Allah dan teruslah berikhtiar pasca tertimpa musibah. Karena sesungguhnya orang yang lebih kuat adalah orang yang mampu bangkit dari keterpurukan setelah tertimpa musibah.

KUMPULAN NOMOR 104
JANGAN BERANGAN-ANGAN UNTUK MATI

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin 'Ulayyah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya, kalau memang hal itu harus, hendaknya ia mengatakan; "Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.".

(HR. Bukhari nomor 5874).

Jangan larut dalam kesedihan ketika tertimpa musibah, karena yakinlah bahwa musibah bagi orang-orang yang beriman adalah penghapus dosa dan ujian untuk meningkatkan derajat iman kita menjadi lebih tinggi di sisi Allah SWT.

KUMPULAN NOMOR 105
BOLEH MEMINTA

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dan Abu Nu'aim dari Hammad bin Zaid dari Harun bin Riyab dari Kinanah bin Nu'aim dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali, ia berkata, "Aku menanggung sebuah denda, maka aku pun datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menanyakannya kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Tunggulah wahai Qabishah, hingga datang Zakat kepada kami dan kami bisa memberikannya kepada kamu." Kemudian beliau bersabda lagi: "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta tidaklah halal kecuali bagi salah satu dari tiga orang, yaitu seseorang yang menanggung denda, seseorang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, dan seseorang yang tertimpa kefakiran hingga tiga orang yang berakal sempurna dari kaumnya mengatakan bahwa ia telah tertimpa kefakiran. Mereka boleh meminta sampai mendapatkan penopang hidup atau dapat menutupi kebutuhan hidup, kemudian hendaklah mereka menahan diri. Wahai Qabishah, meminta-minta dari selain itu adalah dosa, dan  makan (dengan uang hasil meminta-minta) adalah dosa.".

(HR. Darimi nomor 1616).

* * *

Monday, January 5, 2015

MUHASABAH MI-114 TAHUN 1435-1436 / 2014



Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-12 Tahun 1436H atau Muhasabah Majelis Tahun 1435H / 2014 telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 20 Shafar 1436H / 13 Desember 2014 di Pamulang, Tangerang.

Pada Hari Sabtu-Senin, 20-22 Shafar 1436H / 13-15 Desember 2014, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 12 Mustahiq di daerah Pamulang, Ciputat, Pondok Labu, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, dan Grogol Jakarta Barat. Dengan demikian, maka Alhamdulillah di Tahun 1435/1436H atau 2014 ini, secara keseluruhan Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan infaq dan zakat kepada 114 mustahiq.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Muhasabah Majelis Ilmu 114 Tahun 1435-1436H / 2014M dapat terlaksana.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *




Sunday, January 4, 2015

IMAN KEPADA ALLAH SWT

IMAN KEPADA ALLAH SWT

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

(QS. Ali Imran (3) Ayat 2).



Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.". (HR. Bukhari nomor 16).

Percaya terhadap adanya Tuhan.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah Al Baqarah (2) ayat 21: "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa". Kemudian diterangkan dalam Qur'an Surah Ali Imran (3) ayat 6: "Dialah (Allah SWT) yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Kita ada karena ada yang menciptakan. Selayaknya pakaian, rumah, makanan, kendaraan, dan segala sesuatu benda di alam semesta ini juga ada, karena ada yang menciptakan. Manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Pencipta secara tidak langsung telah mengingkari keberadaan dirinya sendiri dan kafir kepada Allah SWT.

Kisah.
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa ada seorang kafir yang sangat yakin bahwa tidak ada Tuhan di dunia ini. Semuanya yang ada di dunia ini tercipta dengan sendirinya, tanpa ada Yang Maha Pencipta.

Dengan penuh keangkuhan, dia kemudian mengundang para Ulama ahli Tauhid di zaman-nya untuk berdebat dan membuktikan kepada masyarakat tentang keyakinan siapa yang paling benar.

Menerima undangan tersebut, maka para Ulama ahli Tauhid kemudian bermusyawarah dan memilih salah seorang diantara mereka yang paling bijak untuk menghadapi tantangan dari orang kafir itu.

Setelah melalui perundingan sebelum acara, maka disepakatilah antara orang kafir dan para Ulama tersebut segala hal terkait dengan acara tersebut, mulai dari waktu dan tempat pelaksanaan sampai pada kesepakatan bahwa siapa yang kalah, yang tidak dapat meyakinkan keyakinannya, mesti tunduk dan menerima kebenaran.

Hari yang dinanti pun tiba. Masyarakat, para pendukung orang-orang kafir maupun para Ulama pun hadir di tempat yang disepakati. Namun acara belum dapat dimulai karena Ulama yang akan bertarung dengan orang kafir itu belum kunjung tiba.

Sambil menunggu kedatangan Ulama tersebut, orang kafir kemudian memulai orasinya dengan menghina para Ulama. Ia menyatakan bahwa para Ulama itu sebenarnya takut menghadapinya dan berusaha untuk mengulur-ulur waktu. Dia sangat yakin bahwa keyakinan para Ulama ahli Tauhid itu begitu dangkal dan tidak bisa dipertahankan secara akal sehat.

Beberapa saat kemudian, tampaklah dari kejauhan Ulama yang dimaksud berjalan, datang menuju ke tempat acara. Kedatangan Ulama tersebut disambut dengan salam dari para Ulama ahli Tauhid. Ia kemudian dipersilahkan untuk menyampaikan khutbah.

Sebelum Ulama tersebut memulai khutbahnya, orang kafir dipersilahkan untuk menyampaikan khutbahnya dan segala argumentasi untuk meyakinkan bahwa Tuhan tidak ada, dan bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan.

Setelah itu, sampailah giliran sang ulama untuk bicara. Pada kesempatan tersebut Ulama ahli Tauhid yang terpilih itu segera menyampaikan salam dan permohonan maaf kepada semua hadirin, karena ia telah datang terlambat.

Ulama terpilih itu kemudian menjelaskan kejadian yang menyebabkan ia tidak dapat datang tepat waktu. Ia menjelaskan bahwa tempat ia tinggal adalah di daratan seberang yang di pisahkan oleh sungai. Oleh karena itu, ia tidak dapat dengan cepat berjalan ke tempat acara karena harus menunggu perahu atau rakit untuk bisa menyeberangi sungai.

Lama ia menuggu, namun tidak ada perahu atau pun rakit yang datang. Hingga akhirnya ia melihat ada sekumpulan kayu yang berserakan yang terapung dan hanyut mengikuti arus sungai. Ketika kumpulan kayu itu mendekat ke arahnya, tiba-tiba kayu-kayu tersebut bergerak dan bersatu padu hingga terbentuklah sebuah rakit dan berhenti tepat di depannya.

Ia kemudian naik ke rakit tersebut, rakit itu membawanya menyeberangi sungai dan akhirnya sampailah ia ke tempat acara.

Mendengar penjelasan tersebut, orang kafir kemudian berkata dengan keras "sungguh engkau adalah seorang pembohong besar !!! Bagaimana mungkin kumpulan kayu itu dapat bersatu padu dengan sendirinya kalau tidak ada orang atau sesuatu yang menggabungkannya ???" Tidak mungkin sebuah rakit dapat tercipta dengan sendirinya !!!"

Mendengar sanggahan dari orang kafir itu, sang ulama kemudian berkata " jika engkau tidak yakin bahwa ada sebuah rakit yang dapat tercipta dengan sendirinya, maka bagaimana bisa engkau meyakini bahwa tidak ada Tuhan di dunia ini yang menciptakan engkau, seluruh manusia dan segala sesuatu di alam semesta ini ???"

Orang kafir itu pun terdiam, tidak bisa berkata-kata, dan segala argumentasinya bahwa Tuhan tidak ada, dan bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan dengan sendirinya terbantahkan.

Sungguh seorang pembohong besar adalah orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada, dan segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya.

Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

(Qur'an Surah Al Baqarah (2) ayat 116).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

(Qur'an Surah Al Maidah (5) ayat 73).

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan.

(Qur'an Surah Al Ankabut (29) ayat 17).

Konsekuensi Iman Kepada Allah SWT.

Orang yang beriman kepada Allah tidak akan berdusta, dan tidak akan larut dalam kebingungan ketika dia menghadapi masalah dalam hidup.

Bagaimana mungkin seorang yang percaya kepada Tuhan, akan larut dalam kebingungan ketika menghadapi masalah dalam hidup, sementara dia tau bahwa ada Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana yang dapat menolongnya dan menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapinya.

Bagaimana mungkin seorang yang percaya terhadap adanya Tuhan akan berdusta, sementara dia tau bahwa dia tidak akan pernah luput dari pengawasan Tuhan.

Telah dijelaskan dalam Al Qur'an Surah Al An'am (6) ayat 3: Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Seorang mukmin tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun dan akan menjalani hidupnya dengan perbuatan-perbuatan baik.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, "

(Qur'an Surah An Nisa (4) ayat 36).

Sikap Seorang Mukmin kepada Musyrikin.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah Al An'am (6) ayat 108: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Islam adalah satu-satunya Agama yang diridhai Allah SWT, tetapi Umat Islam adalah Umat yang santun dan tidak akan menghina Agama lain. Mari kita wujudkan Rahmatan Lil Alamin.

* * *