Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Sunday, December 27, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN DESEMBER 2015 [1/2]

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Shafar 1437H / Desember 2015, kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 dilaksanakan di Cilandak Barat dengan penerima manfaat yaitu 15 orang anak yatim yang terdiri dari:

                1.    AKBAR PUTRA (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
                2.    TAUFIQ RAHMAN (USIA 16 TAHUN, SEKOLAH SMK KELAS 3)
                3.    RAIHAN SAMIR (USIA 11 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 6)
                4.    ARJUNA (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 3)
                5.    RIZQI RAMADHAN (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 1)
                6.    FARIS ADITYA (USIA 7 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 2)
                7.    ASTRID APRILIA (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
                8.    KARISMA (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 6)
                9.    SUNDARI (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1 ATAU KELAS 7)
                10.    DERA WULANDARI (USIA 14 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 3)
                11.    ISMI SALFA HAKIM (USIA 12 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 1)
                12.    SYIFA FAUZIA (USIA 13 TAHUN, SEKOLAH SMP KELAS 2)
                13.    ISNA ADE FANISA (USIA 9 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 5)
                14.    ANI JUWITA (USIA 10 TAHUN, SEKOLAH SD KELAS 5)
                15.    ADE IRMA (USIA 15 TAHUN, SEKOLAH SMK KELAS 1)

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Thursday, December 10, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN NOVEMBER 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Shafar 1437H / November 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 5 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan lansia miskin di Jatinegara, 1 anak perempuan usia sekolah pedagang tisu di Kebayoran Baru, 1 anak laki-laki usia sekolah pedagang tisu di Kebayoran Baru, 1 laki-laki petugas kebersihan di Grogol, 1 anak usia sekolah di Grogol.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Friday, November 13, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN OKTOBER 2015


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Muharram 1437H / Oktober 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 4 orang Mustahiq dan 1 Yayasan yang terdiri dari 1 perempuan lansia miskin di Matraman, 1 perempuan miskin di Kebayoran Baru, 1 perempuan miskin di Grogol, 1 anak yatim piatu di Tangerang Kota, dan donasi untuk Yayasan Jantung Indonesia.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Thursday, October 22, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN SEPTEMBER 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Dzulhijjah 1436H / September 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 4 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan janda miskin di Tangerang Kota, 1 laki-laki pemulung di Kebayoran Baru, 1 anak perempuan tukang semir sepatu di Banda Aceh, dan 1 perempuan lansia korban tsunami di Banda Aceh.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Friday, September 4, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN AGUSTUS 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Syawal-Dzulqadah 1436H / Agustus 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan lansia pedagang kecil, 2 laki-laki petugas kebersihan, dan 3 laki-laki pemulung sampah di daerah Jatinegara (Jakarta Timur), Grogol (Jakarta Barat), dan Kebayoran Baru (Jakarta Selatan).

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Sunday, August 2, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN JULI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Ramadhan-Syawal 1436H / Juli 2015, penerima manfaat kegiatan Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 laki-laki cleaning service dan penjaga Mushala, 1 laki-laki pemulung sampah, 1 laki-laki pedagang air keliling, dan 3 laki-laki petugas kebersihan di daerah Cengkareng, Banten dan Jakarta Barat.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114
 
* * *



Saturday, July 25, 2015

SALAM IDUL FITRI 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
 

Allah SWT berfirman: “……..Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa ramadhan) nya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (ber-Takbir dan memuji kebesaran Allah SWT) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (Qur’an Surah Al Baqarah ayat 185).

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillah kita telah berhasil menunaikan ibadah Ramadhan 1436H. Di bulan Syawal yang istimewa ini, Majelis Ilmu 114 mohon maaf lahir batin terhadap segala kehilafan dan hal-hal yang kurang berkenan dalam proses dakwah melalui media publik ini.

Kita berdo’a memohon kepada Allah SWT agar setiap amal kita bernilai ibadah dan di-ridhai-Nya. InsyaAllah setelah Ramadhan, ibadah kita bisa istiqamah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan 1437H dalam kondisi yang lebih baik sebagai Mukmin dan Muslim yang bertaqwa.

Salam Idul Fitri 1436H

a.n Majelis Ilmu 114

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

PENYALURAN INFAQ BULAN JUNI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada tanggal 10 Ramadhan 1436H / 27 Juni 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan pedagang tisu dan 2 laki-laki pemulung sampah di daerah Ciledug Kreo, Tangerang Kota dan Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Lumbung Amal Shalih (LASH) dan Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Friday, June 26, 2015

SALAM RAMADHAN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

(QS. Al Baqarah (2) Ayat 183).

Salam Ramadhan 1436 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan limpahan rahmat-Nya di 10 hari pertama bulan Ramadhan, diberikan maghfirah di 10 hari pertengahan bulan Ramadhan, dan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan kita diridhai Allah SWT dengan dijauhkan dari Neraka serta ditakdirkan menjadi ahlu Surga, Amin Ya Arhama Rahimin.


10 hari pertama bulan Ramadhan adalah sesi Rahmah, InsyaAllah dengan memperbanyak dzikir “irhamna Ya Arhama Rahimin” kita semua diberikan rahmah Allah SWT yang berlimpah sepanjang hidup kita. Hidup penuh syukur atas setiap rahmat Allah SWT jauh lebih baik daripada hidup bergelimang harta yang dilandasi dengan kekufuran.

Segerakan berbuka puasa tepat pada waktunya, berbuka puasa lah dengan makan kurma, kendalikan konsumsi kita dengan porsi 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk udara, akan menjadikan buka puasa kita diliputi barakah dari Allah SWT. Dan sekiranya mampu, berikanlah makan dan minum untuk buka puasa kepada sesama Muslim, maka Allah SWT akan tambahkan pahala puasa kita sebanyak pahala puasa orang yang makan dan minum tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam (Shalat Tarawih di bulan) Ramadhan karena iman dan mencari pahala (keridhaan Allah SWT), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Jangan tinggalkan Shalat Tarawih, karena ia hanya ada di bulan Ramadhan. Jika terlewat tahun ini, sesungguhnya waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan, dan menunggu satu tahun kedepan adalah suatu ketidakpastian karena belum tentu umur kita sampai tahun depan. Jangan permasalahkan pilihan Shalat 20 raka’at atau 8 raka’at, yang utama adalah dirikanlah Shalat Tarawih sesuai Sunnah, karena sesungguhnya mereka yang merugi adalah yang memililh untuk tidak mendirikan Shalat Tarawih.

Orang-orang yang berpuasa disunnahkan untuk mengakhirkan waktu Sahur nya menjelang (sebelum) Subuh. Dengan demikian InsyaAllah Shalat Subuh kita bisa lebih terjaga. Jangan tinggalkan Sahur, karena sesungguhnya salah satu barakah bulan Ramadhan terletak pada makan minum saat Sahur. Jangan begadang untuk Sahur, tetapi tidurlah terlebih dahulu, karena keutamaan Sahur adalah di saat kita bangun meninggalkan tidur yang nyenyak hanya untuk mencari barakah dari Allah SWT. Barangsiapa yang karena cinta kepada Allah SWT dia tinggalkan kenikmatan dunia, maka Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan cinta hamba-Nya. Limpahan Rahmat, Ampunan dan Surga Allah SWT telah menantinya.

Tuesday, June 9, 2015

PENYALURAN INFAQ BULAN MEI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu, 5 Sya’ban 1436H / 23 Mei 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 10 orang Anak Yatim dan Dhuafa di daerah Lebak Bulus, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Friday, May 15, 2015

PENYALURAN INFAQ BULAN APRIL 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Kamis, 11 Rajab 1436H / 30 April 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki pedagang tisu, dan 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai officeboy.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *

Thursday, April 2, 2015

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-15 TAHUN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Ahad, 1 Jumadil Akhir 1436H / 22 Maret 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-15. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 menghadiri acara Pengajian di kediaman Penasihat dan Sahabat Majelis, serta telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di Kota Bekasi, Jawa Barat (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang anak perempuan dengan pekerjaan pemulung sampah, dan 2 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah/petugas kebersihan.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya Lumbung Amal Shalih (LASH) yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Tuesday, March 31, 2015

MANFAAT SABAR

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

(QS. Al Ankabut (29) Ayat 58-59).

Membentengi diri dari Kenistaan dan Kehinaan.

Diantara kaum Nabi Musa AS ada yang tidak bersyukur dengan ni’mat yang telah Allah SWT berikan dan tidak bersabar dengan masa-masa sulit yang mereka alami. Diantara mereka ada yang menentang perintah Tuhan dan Nabi, bahkan beberapa Nabi sebelumnya dibunuh sebagai bentuk pengingkaran mereka terhadap ajaran Tuhan.

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

(QS. Al Baqarah ayat 61).

Ketidaksabaran mereka telah menyebabkan mereka menjadi nekad untuk berbuat dosa. Dan hal itu pun terjadi di masa sekarang ini. Banyak manusia yang karena tidak sabar menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, pada akhirnya memilih untuk melakukan tindakan kriminal dan maksiat, bahkan yang lebih buruk lagi adalah dengan meninggalkan Islam, mengorbankan aqidahnya, pindah agama karena alasan keterdesakkan ekonomi.

InsyaAllah kita bisa kuat dalam bersabar sehingga terhindar dari bahaya tersebut. Dan InsyaAllah kita bisa merangkul dan membantu saudara-saudara kita sesama Muslim yang sedang dalam kesulitan, sehingga mereka dapat bersabar dengan kesulitan yang mereka hadapi. Karena sesungguhnya buah dari ketidaksabaran adalah kenistaan dan kehinaan sebagaimana yang pernah Allah SWT timpakan kepada kaum Nabi Musa AS yang tidak bersyukur dan tidak bersabar.

Mari kita ikuti tuntunan Islam, sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah ayat 153).

Sabar Penawar Cobaan, pembuka Jalan menuju Keberkatan dan Petunjuk Tuhan.

Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al Baqarah ayat 155-157).

Hidup adalah cobaan, setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi cobaan, namun tidak semua manusia bisa bersabar.

Tidak ada harta, jabatan, dan materi yang kita bawa saat kita lahir. Dan kelak ketika meninggal pun, kita tidak akan membawa itu semua. Karena itu bersabarlah jika mengalami cobaan terhadap hal itu. Semua yang di langit dan di bumi adalah milik Allah SWT, bahkan diri kita pun adalah milik Allah SWT. Karena semua adalah milik Allah SWT, maka ketika semua yang ada pada kita kembali kepada Allah SWT, bersabarlah.

Kisah.

Dikisahkan seorang raja yang senang berburu, tengah dalam perjalanan ke hutan melewati jurang bersama seorang pengawal andalannya untuk mengejar hewan buruan bidikan sang raja.

Namun naas, dalam perjalanan tersebut, kuda sang raja tergelincir, sang raja hampir terjatuh ke jurang, namun masih terselatkan karena tanggannya mencengkeram dan terjepit di sebuah batu.

Dalam kondisi darurat, sang pengawal segera menarik tangan sang raja dengan keras bermaksud untuk menyelamatkan sang raja agar tidak terjatuh di jurang.

Dikarenakan tarikan sang pengawal, sang raja pada akhirnya selamat namun harus menjadi cacat karena salah satu jarinya putus akibat kerasnya tarikan dari sang pengawal.

Sambil menahan rasa sakit yang amat sangat itu, sang raja memarahi pengawalnya karena dianggap tidak hati-hati ketika menarik tanggannya yang terjepit, sehingga jarinya mesti terluka dan putus.

Di puncak kemarahannya, sang raja kembali ke istana bersama pengawalnya dan kemudian memberikan hukuman penjara kepada pengawal andalannya itu.

Sang pengawal menerima keputusan raja itu dengan sabar. Dia tidak mengeluh dan dia tidak dendam kepada sang raja. Karena dia yakin dibalik setiap kejadian pasti ada manfaat dan hikmah dari Tuhannya.

Selang setelah kondisi sang raja pulih, ia sang raja kembali pergi berburu. Kali ini ia perintahkan beberapa pengawal yang gagah perkasa untuk ikut bersamanya.

Namun naas, sesampainya mereka di hutan, mereka dihadang dan ditangkap oleh sekelompok suku yang masih menyembah berhala. Hari itu adalah hari sakral bagi suku itu, dimana manusia harus dikorbankan sebagai sesembahan kepada dewa mereka.

Sebelum dibunuh untuk sesembahan, satu per satu tawanan mereka periksa terlebih dahulu. Satu per satu pengawal raja yang gagah perkasa yang telah diperiksa pada akhirnya mati dibunuh.

Tibalah giliran sang raja. Namun, ketika mereka memeriksa tubuh sang raja, mereka menemukan cacat pada tubuh sang raja. Dan cacat itu berada pada tanggan sang raja yang jarinya tidak lengkap dan tidak utuh karena ada yang terputus.

Pada akhirnya, sang raja dibebaskan dan disuruh untuk menjauh dari hutan tersebut. Raja yang tadinya sangat ketakutan berubah menjadi sangat senang dan bersyukut karena bisa terbebas dari pembunuhan.

Sesampainya di instana, ia segera menuju ke penjara menemui pengawal andalannya. Ia perintahkan kepada para penjaga penjara untuk membebaskan pengawal andalannya itu.

Sang raja sangat berterima kasih kepada pengawal andalannya. Karena sebab tarikan pengawalnya ia bisa selamat dan tidak jatuh ke jurang. Dan karena sebab tarikan pengawalnya, jarinya putus, ia menjadi cacat dan bisa terbebas dari tawanan suku musyrik yang hendak membunuh menjadikan ia sesembahan.

Seketika sang pengawal yang telah dibebaskan itu pun menyampaikan terima kasih kepada sang raja.

Raja memohon maaf kepadanya, dan berkata ia tidak perlu berterima kasih kepada sang raja, karena sang raja telah berbuat keliru dengan memenjarakan dia.

Sebaliknya, sang pengawal tetap berterima kasih kepada sang raja dan lebih-lebih lagi kepada Tuhannya. Karena buah dari kesabarannya, ia menjadi paham dengan hikmah dibalik kejadian itu.

Sekiranya ia tidak dimasukkan ke dalam penjara oleh sang raja, maka boleh jadi ia juga akan diperintahkan ikut berburu. Dan jika ia masuk ke hutan itu bersama raja, maka sudah pasti ia akan dibunuh menjadi sesembahan suku musyrik, karena ia tidak memiliki cacat di tubuhnya.

Sahabat Majelis yang di rahmati Allah SWT, selalu ada hikmah di balik setiap cobaan dan takdir Tuhan. Bersabarlah, karena sesungguhnya pasti ada kebaikan yang sudah menanti kita di akhir cobaan itu. Sesunggunhnya Allah SWT menjanjikan keberkatan yang sempurna, rahmat dan petunjuk bagi orang-orang yang sabar. Dan Allah SWT berfirman:” Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya)”. (QS. Yunus ayat 55).

Sabar memperkuat aqidah, melahirkan perbuatan baik dan mendapatkan pahala ganda dari Tuhan.

Allah SWT berfimran: “Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur’an itu. Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan”. (QS. Al-Qashash ayat 52-54).

Demikian teladan dan hikmah yang bisa kita jadikan tuntunan dari orang-orang sebelum kita. Buah dari Iman kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup adalah dorongan jiwa untuk menjadi sabar dan gemar berbuat kebaikan. InsyaAllah kita bisa menjadi orang-orang yang sabar, yang selalu menolak kejahatan dengan kebaikan, yang terus beramal shaleh dan mendapatkan kebaikan yang banyak & besar dari Allah SWT.

* * *

Monday, March 2, 2015

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-14 TAHUN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu, 2 Jumadil Awal 1436H / 21 Februari 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-14. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 telah merekam audio Tafsir Qur’an (Ibnu Katsir) Surah Ath Thariq, serta telah menyalurkan Infaq kepada 5 orang Mustahiq di daerah sekitar Kemang dan Senayan, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki lansia dengan pekerjaan sebagai pedagang air kemasan gelas, dan 4 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah/petugas kebersihan.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya Lumbung Amal Shalih (LASH) yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *




Wednesday, February 25, 2015

MANFAAT SHALAT

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Ankabut (29) Ayat 45).

Menjaga Kebersihan.

Salah satu ni’mat besar yang Allah SWT berikan kepada kita adalah ni’mat sehat. Dan salah satu yang utama untuk menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Tuntunan Islam telah memberikan kita jalan untuk menjaga kesehatan dengan selalu mensucikan diri, salah satunya adalah dengan adanya kewajiban untuk berwudhu sebelum Shalat.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Maidah ayat 6).

InsyaAllah orang-orang yang senantiasa menjaga shalatnya, akan selalu terjaga kebersihan dan kesehatannya.

Memurnikan Ikhlas dan Mengikis Sifat Munafik.

Manusian diciptakan untuk ibadah kepada Allah SWT. Dan untuk menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita agar selalu lurus ikhlas dalam ibadah kepada Allah SWT, kita diberikan kewajiban Shalat Fardhu lima waktu dalam sehari.

Allah SWT berfirman: Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,” (QS. Al An’am ayat 162).

Namun demikian, diantara manusia, ada yang tidak memahami tujuan dirinya diciptakan. Mereka hendak membangkang kepada Allah SWT, dan berpura-pura taat. Maka kewajiban Shalat adalah salah satu perangkat tuntunan Islam untuk mendeteksi dan membedakan antara manusia yang benar-benar taat kepada Allah SWT dengan mereka yang munafik. Maka Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (QS. An Nisa ayat 142).

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT dengan menjaga Shalatnya, sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)”. (QS. Al A’raf ayat 29).

Dengan adanya kewajiban Shalat, Allah SWT tidak hanya menjaga umatnya agar tetap bersih jasmaninya, tetapi juga bersih jiwa dan hatinya. Karena sesungguhnya bersih secara fisik tidak memberikan manfaat jika jiwa dan hati kita tidak bersih.

Membiasakan Menjaga Penampilan.

Kewajiban Shalat, disempurnakan dengan tuntunan untuk dilaksanakan secara berjama’ah di Masjid. Dan untuk itu Allah SWT berfirman: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A’raf ayat 31).

Tuntunan Islam tidak hanya sekedar menuntun kita untuk menjaga kebersihan, tetapi juga menjaga penampilan kita agar selalu terlihat rapi dan indah dipandang mata, tanpa berlebih-lebihan.

Menjalin Silaturahim.

Tuntunan Shalat berjamaah juga secara langsung telah menuntun kita, umat Islam, untuk saling mengenal, menjalin dan menjaga silaturahim antar sesama muslim. Shalat berjamaah melatih umat Islam untuk saling peduli satu sama lain, sehingga jika ada yag sakit dan ada yang butuh bantuan, maka dapat diketahui dan dibicarakan bersama. Momen Shalat berjama’ah membuka kesempatan kepada sesama muslim untuk bisa bertemu secara rutin untuk berbagi informasi dan berbagi kebaikan.

Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “…..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (QS. Al Maidah ayat 2).

Mendapatkan Pertolongan Allah SWT.

Selain membuka peluang untuk bisa saling tolong menolong antar sesama Muslim, Shalat juga menjadi salah satu cara bagi kita Umat Islam untuk mendapatkan pertolongan yang paling kuat, yaitu pertolongan dari Tuhan Yang Maha Besar. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah ayat 153).

Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT.

Dengan melaksanakan Shalat, seorang Muslim tidak hanya akan mendapatkan petolongan dari Allah SWT di dunia, tetapi juga mendapatkan pertolongan Allah SWT di akhirath nanti. Jika dosa-dosa selama hidup akan membawa kesulitan di akhirath nanti, maka satu-satunya pertolongan yang bermanfaat adalah ampunan dari Allah SWT terhadap dosa-dosa kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Jika imam mengucapkan, ‘Ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka ucapkanlah ‘amin’. Karena sesungguhnya siapa yang mengucapkannya bersamaan dengan ucapan (amin) malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq’alaih, al-lu’lu’ wal Marjan 231).

Selain itu, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda yang artinya, “Tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah pada hari kiamat di saat tiada naungan selain naunganNya… salah satunya: laki-laki yang hatinya senantiasa tertambat pada masjid-masjid.”. (al-lu’lu’ wal Marjan 610).

Mendapatkan Riziki & Pahala dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (QS. Thaha ayat 132).

Ayat tersebut mempertegas agar kita jangan pernah tinggalkan shalat karena khawatir usaha atau kerja kita akan terganggu dan mengurangi riziki kita.

Bukan hanya riziki di dunia yang akan kita peroleh, tetapi pahala yang dapat mangantarkan kita selamat di akhirath juga akan kita peroleh, demikian Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Baqarah ayat 110).

Bahkan untuk Shalat berjama’ah, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.”. (HR. Bukhari 645, Muslim 650).

Sungguh kebaikan yang banyak akan diperoleh oleh umat Islam karena Shalatnya kepada Allah SWT. Untuk itu, kembali dalam Al-Qur’an dipertegas kepada kita bahwa: “…..orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia”. (QS. Al Anfal ayat 3 dan 4).

Mendapatkan Surga dari Allah SWT.

Puncak dari segala kebaikan adalah akhir yang baik. Dan sebaik-baik akhir itu adalah kembali kepada Allah SWT dengan mendapatkan keridhaan-Nya.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar Rad ayat 22-24).

InsyaAllah kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan manfaat Shalat dan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT di dunia dan di akhirath.

* * *

Monday, February 2, 2015

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-13 TAHUN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim



Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu, 26 Rabiul Awal 1436H / 17 Januari 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-13. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 telah merekam audio Tafsir Qur’an (Ibnu Katsir) Surah Al Kautsar dan Surah Ad Dhuha, serta telah menyalurkan Infaq kepada 6 orang Mustahiq di daerah sekitar TAMAN SUROPATI, JAKARTA PUSAT. Penerima manfaat adalah 2 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah dan petugas kebersihan, 1 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah, 2 orang laki-laki pedagang keliling jual beli barang bekas, dan 1 orang laki-laki pedagang tisu.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 22)

“Dan (apa saja) musibah yang menimpa kamu maka (itu) adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.

(Al – Qur’an Surah Asy Syura ayat 30).

KUMPULAN NOMOR 106

BUKAN GOLONGAN YANG BAIK

Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Auf dari Khalid Al Ahdab dari Shafwan bin Muhriz dia berkata; Abu Musa pernah jatuh pingsan, kemudian orang-orang menangisinya, lalu ia berkata, “Aku berlepas diri dari kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri (dan mengatakan): “Bukan golongan kami, orang-orang yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (pakaian) dan meratap (larut dalam kesedihan) ketika tertimpa musibah”. (HR. Nasai nomor 1838).

KUMPULAN NOMOR 107

ORANG YANG PALING BERAT COBAANNYA

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim dari Mush’ab bin Sa’d dari Sa’ad ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya; Siapakah orang yang paling berat cobaannya? Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang yang mulia sesudahnya (derajat keimanannya setingkat di bawahnya), dan orang-orang yang mulia sesudahnya )derajat keimanannya setingkat di bawahnya). Seseorang akan diuji sesuai dengan tingkat agamanya. Jika agamanya teguh, maka ia akan bertambah teguh, namun jika agamanya lemah maka ia pun bertambah lemah. Musibah akan terus menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini tanpa ada satu dosa pada dirinya.”. (HR. Darimi nomor 2664).

KUMPULAN NOMOR 108

TALBINAH

Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus bin Yazid dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha menganjurkan mengkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) bagi orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, ia juga berkata; “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) itu dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit dan membantu menghilangkan kesedihan”. (HR. Bukhari nomor 5257).

KUMPULAN NOMOR 109

TANGISAN KEPADA MAYIT

Dari Ibnu Abbas bahwa ‘Aisyah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menambah siksaan terhadap orang kafir, karena tangisan keluarganya atas kematiannya.”. Abdullah berkata; Selanjutnya Aisyah berkata; Cukuplah firman Allah ini sebagai dalil bagi kalian, “Dan orang yang berdosa, tidak akan memikul dosa orang lain”. (HR. Muslim nomor 1544).

Ada yang mengatakan bahwa mayit akan disiksa karena tangisan keluarga. Ketika hal tersebut didengar oleh Aisyah r.a, maka ia menyampaikan hadits tersebut diatas. Islam menuntun kita untuk tidak berlebihan dalam bersedih terhadap orang yang meninggal dunia dan mayit (orang beriman) tidak akan disiksa karena ditangisi.

KUMPULAN NOMOR 110

MUSIBAH MENGGUGURKAN DOSA MUSLIM

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim At Taimi dari Al Harits bin Suwaid dari Abdullah radliallahu ‘anhu; saya pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit, kataku selanjutnya; “Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat, oleh karena itulah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.” Beliau menjawab: “Benar, tidaklah seorang muslim yang tertimpa musibah melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya.”. (HR. Bukhari  nomor 5215).

* * *

Wednesday, January 21, 2015

PENYALURAN INFAQ KE-115 S.D KE-118

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu-Ahad, 12-13 Rabiul Awal 1436H / 3-4 Januari 2015, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 4 Mustahiq di daerah CILACAP, JAWA TENGAH. Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah, 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai pemulung sampah dan 1 janda fakir miskin.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *



Monday, January 19, 2015

MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)




MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

(Al - Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 155-157).

KUMPULAN NOMOR 101
ISTIRJA


Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah mengabarkan kepada kami Tsabit, dari Ibnu Umar bin Abu Salamah, dari ayahnya dari Ummu Salamah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian tertimpa musibah maka hendaknya ia mengucapkan;

“INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAAHUMMA 'INDAKA AHTASIBU MUSHIIBATII FA  AJIRNII FIIHAA WA ABDIL LII BIHAA KHAIRAN MINHAA” (yang artinya):“sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali. Ya Allah aku mengharapkan kebaikan pada musibahku dan berilah aku kebaikan padanya dan gantikanlah (yang habis akibat musibah) untukku yang lebih baik darinya”.

(HR Abu Daud nomor 2712).

KUMPULAN NOMOR 102
KEUTAMAAN ISTIRJA

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' Ibnul Jarrah dari Hisyam bin Ziyad dari Ibnunya dari Fathimah binti Al Husain dari Bapaknya ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tertimpa musibah kemudian teringat kejadian tersebut lalu mengucapkan istirja (ucapan Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun), meskipun kejadiannya telah berlalu, maka Allah tetap akan menulis pahalanya.".

(HR. Ibnu Majah nomor 1589).

Jangan mencaci maki musibah dan jangan juga mengeluhkan musibah. Gunakan lisan kita untuk mengucapkan istirja adalah jauh lebih bermanfaat dari sekedar marah-marah atau mengucapkan kata-kata putus asah.

KUMPULAN NOMOR 103
PERUMPAMAAN ORANG MUKMIN

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang mu`min seperti tanaman, angin senantiasa menerpanya (ke kiri dan ke kanan) dan orang mu`min itu akan senantiasa tertimpa musibah, sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon padi, tidaklah ia bergerak hingga di ketam." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.

(HR. Tirmidzi nomor 2792).

Sabar, tawakal kepada Allah dan teruslah berikhtiar pasca tertimpa musibah. Karena sesungguhnya orang yang lebih kuat adalah orang yang mampu bangkit dari keterpurukan setelah tertimpa musibah.

KUMPULAN NOMOR 104
JANGAN BERANGAN-ANGAN UNTUK MATI

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin 'Ulayyah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya, kalau memang hal itu harus, hendaknya ia mengatakan; "Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.".

(HR. Bukhari nomor 5874).

Jangan larut dalam kesedihan ketika tertimpa musibah, karena yakinlah bahwa musibah bagi orang-orang yang beriman adalah penghapus dosa dan ujian untuk meningkatkan derajat iman kita menjadi lebih tinggi di sisi Allah SWT.

KUMPULAN NOMOR 105
BOLEH MEMINTA

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dan Abu Nu'aim dari Hammad bin Zaid dari Harun bin Riyab dari Kinanah bin Nu'aim dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali, ia berkata, "Aku menanggung sebuah denda, maka aku pun datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menanyakannya kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Tunggulah wahai Qabishah, hingga datang Zakat kepada kami dan kami bisa memberikannya kepada kamu." Kemudian beliau bersabda lagi: "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta tidaklah halal kecuali bagi salah satu dari tiga orang, yaitu seseorang yang menanggung denda, seseorang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, dan seseorang yang tertimpa kefakiran hingga tiga orang yang berakal sempurna dari kaumnya mengatakan bahwa ia telah tertimpa kefakiran. Mereka boleh meminta sampai mendapatkan penopang hidup atau dapat menutupi kebutuhan hidup, kemudian hendaklah mereka menahan diri. Wahai Qabishah, meminta-minta dari selain itu adalah dosa, dan  makan (dengan uang hasil meminta-minta) adalah dosa.".

(HR. Darimi nomor 1616).

* * *

Monday, January 5, 2015

MUHASABAH MI-114 TAHUN 1435-1436 / 2014



Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-12 Tahun 1436H atau Muhasabah Majelis Tahun 1435H / 2014 telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 20 Shafar 1436H / 13 Desember 2014 di Pamulang, Tangerang.

Pada Hari Sabtu-Senin, 20-22 Shafar 1436H / 13-15 Desember 2014, Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan Infaq kepada 12 Mustahiq di daerah Pamulang, Ciputat, Pondok Labu, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, dan Grogol Jakarta Barat. Dengan demikian, maka Alhamdulillah di Tahun 1435/1436H atau 2014 ini, secara keseluruhan Majelis Ilmu 114 telah menyalurkan infaq dan zakat kepada 114 mustahiq.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Muhasabah Majelis Ilmu 114 Tahun 1435-1436H / 2014M dapat terlaksana.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *




Sunday, January 4, 2015

IMAN KEPADA ALLAH SWT

IMAN KEPADA ALLAH SWT

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

(QS. Ali Imran (3) Ayat 2).



Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.". (HR. Bukhari nomor 16).

Percaya terhadap adanya Tuhan.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah Al Baqarah (2) ayat 21: "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa". Kemudian diterangkan dalam Qur'an Surah Ali Imran (3) ayat 6: "Dialah (Allah SWT) yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Kita ada karena ada yang menciptakan. Selayaknya pakaian, rumah, makanan, kendaraan, dan segala sesuatu benda di alam semesta ini juga ada, karena ada yang menciptakan. Manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Pencipta secara tidak langsung telah mengingkari keberadaan dirinya sendiri dan kafir kepada Allah SWT.

Kisah.
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa ada seorang kafir yang sangat yakin bahwa tidak ada Tuhan di dunia ini. Semuanya yang ada di dunia ini tercipta dengan sendirinya, tanpa ada Yang Maha Pencipta.

Dengan penuh keangkuhan, dia kemudian mengundang para Ulama ahli Tauhid di zaman-nya untuk berdebat dan membuktikan kepada masyarakat tentang keyakinan siapa yang paling benar.

Menerima undangan tersebut, maka para Ulama ahli Tauhid kemudian bermusyawarah dan memilih salah seorang diantara mereka yang paling bijak untuk menghadapi tantangan dari orang kafir itu.

Setelah melalui perundingan sebelum acara, maka disepakatilah antara orang kafir dan para Ulama tersebut segala hal terkait dengan acara tersebut, mulai dari waktu dan tempat pelaksanaan sampai pada kesepakatan bahwa siapa yang kalah, yang tidak dapat meyakinkan keyakinannya, mesti tunduk dan menerima kebenaran.

Hari yang dinanti pun tiba. Masyarakat, para pendukung orang-orang kafir maupun para Ulama pun hadir di tempat yang disepakati. Namun acara belum dapat dimulai karena Ulama yang akan bertarung dengan orang kafir itu belum kunjung tiba.

Sambil menunggu kedatangan Ulama tersebut, orang kafir kemudian memulai orasinya dengan menghina para Ulama. Ia menyatakan bahwa para Ulama itu sebenarnya takut menghadapinya dan berusaha untuk mengulur-ulur waktu. Dia sangat yakin bahwa keyakinan para Ulama ahli Tauhid itu begitu dangkal dan tidak bisa dipertahankan secara akal sehat.

Beberapa saat kemudian, tampaklah dari kejauhan Ulama yang dimaksud berjalan, datang menuju ke tempat acara. Kedatangan Ulama tersebut disambut dengan salam dari para Ulama ahli Tauhid. Ia kemudian dipersilahkan untuk menyampaikan khutbah.

Sebelum Ulama tersebut memulai khutbahnya, orang kafir dipersilahkan untuk menyampaikan khutbahnya dan segala argumentasi untuk meyakinkan bahwa Tuhan tidak ada, dan bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan.

Setelah itu, sampailah giliran sang ulama untuk bicara. Pada kesempatan tersebut Ulama ahli Tauhid yang terpilih itu segera menyampaikan salam dan permohonan maaf kepada semua hadirin, karena ia telah datang terlambat.

Ulama terpilih itu kemudian menjelaskan kejadian yang menyebabkan ia tidak dapat datang tepat waktu. Ia menjelaskan bahwa tempat ia tinggal adalah di daratan seberang yang di pisahkan oleh sungai. Oleh karena itu, ia tidak dapat dengan cepat berjalan ke tempat acara karena harus menunggu perahu atau rakit untuk bisa menyeberangi sungai.

Lama ia menuggu, namun tidak ada perahu atau pun rakit yang datang. Hingga akhirnya ia melihat ada sekumpulan kayu yang berserakan yang terapung dan hanyut mengikuti arus sungai. Ketika kumpulan kayu itu mendekat ke arahnya, tiba-tiba kayu-kayu tersebut bergerak dan bersatu padu hingga terbentuklah sebuah rakit dan berhenti tepat di depannya.

Ia kemudian naik ke rakit tersebut, rakit itu membawanya menyeberangi sungai dan akhirnya sampailah ia ke tempat acara.

Mendengar penjelasan tersebut, orang kafir kemudian berkata dengan keras "sungguh engkau adalah seorang pembohong besar !!! Bagaimana mungkin kumpulan kayu itu dapat bersatu padu dengan sendirinya kalau tidak ada orang atau sesuatu yang menggabungkannya ???" Tidak mungkin sebuah rakit dapat tercipta dengan sendirinya !!!"

Mendengar sanggahan dari orang kafir itu, sang ulama kemudian berkata " jika engkau tidak yakin bahwa ada sebuah rakit yang dapat tercipta dengan sendirinya, maka bagaimana bisa engkau meyakini bahwa tidak ada Tuhan di dunia ini yang menciptakan engkau, seluruh manusia dan segala sesuatu di alam semesta ini ???"

Orang kafir itu pun terdiam, tidak bisa berkata-kata, dan segala argumentasinya bahwa Tuhan tidak ada, dan bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan dengan sendirinya terbantahkan.

Sungguh seorang pembohong besar adalah orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada, dan segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan sendirinya.

Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

(Qur'an Surah Al Baqarah (2) ayat 116).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

(Qur'an Surah Al Maidah (5) ayat 73).

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan.

(Qur'an Surah Al Ankabut (29) ayat 17).

Konsekuensi Iman Kepada Allah SWT.

Orang yang beriman kepada Allah tidak akan berdusta, dan tidak akan larut dalam kebingungan ketika dia menghadapi masalah dalam hidup.

Bagaimana mungkin seorang yang percaya kepada Tuhan, akan larut dalam kebingungan ketika menghadapi masalah dalam hidup, sementara dia tau bahwa ada Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana yang dapat menolongnya dan menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapinya.

Bagaimana mungkin seorang yang percaya terhadap adanya Tuhan akan berdusta, sementara dia tau bahwa dia tidak akan pernah luput dari pengawasan Tuhan.

Telah dijelaskan dalam Al Qur'an Surah Al An'am (6) ayat 3: Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Seorang mukmin tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun dan akan menjalani hidupnya dengan perbuatan-perbuatan baik.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, "

(Qur'an Surah An Nisa (4) ayat 36).

Sikap Seorang Mukmin kepada Musyrikin.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah Al An'am (6) ayat 108: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Islam adalah satu-satunya Agama yang diridhai Allah SWT, tetapi Umat Islam adalah Umat yang santun dan tidak akan menghina Agama lain. Mari kita wujudkan Rahmatan Lil Alamin.

* * *