Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Tuesday, January 14, 2014

Penyaluran Infaq Majelis Ilmu 114 ke-3, ke-4, dan ke-5


Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS: Al-Baqarah ayat 261)

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin  besar).” (HR. Muslim)


***


Penyaluran Infaq Majelis Ilmu 114 ke-3, ke-4, dan ke-5, sebagai salah satu hasil kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 2 Rabiul Awal 1435H/ 4 Januari 2014 di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta, kepada satu orang petugas kebersihan/ tukang sapu, dan dua orang pemulung.


Para Sahabat MI-114 yang mau ikut share pendanaan untuk pengembangan Majelis dapat memberikan konfirmasi melalui email: majelis.ilmu114(at)yahoo.com dan memberikan konfirmasi kepada Kepala Baitul Mal MI-114.


Saturday, January 4, 2014

Doa Pembuka Majelis

Doa Pembuka Majelis

“Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da”.
Artinya:
Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolongan-Nya dan mohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, tidak ada nabi setelah Dia.

Mengenal Professor Muhammad Quraish Shihab

Prof. Dr. Muhammad Quraisy Shihab adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu Al Qur`an dan mantan Menteri Agama pada masa Kabinet Pembangunan VII(1998). Ia dilahirkan di Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, Jawa Timur, dan ia juga menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958, Quraisy berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al Azhar. Tahun 1967, ia meraih gelar Lc (S1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur`an dengan tesis yang berjudul “Al-I`jaz Al-Tasyri`i li Al-Qur`an Al-Karim”.

Sekembalinya ke Indonesia, Quraisy dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga memegang jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga pernah melakukan beberapa penelitian, antara lain penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Tahun 1980 , Quraisy kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Al Azhar. Pada tahun 1982, Ia meraih gelar doktornya dalam bidang ilmu Al Qur`an dengan disertasi yang berjudul “Nazhm Al-Durar li Al-Biqa`iy, Tahqiq wa Dirasah”, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (“mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-`ula”).

Setelah pulang ke Indonesia, sejak tahun 1984 Quraisy ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu di luar kampus, Ia juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984), Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur`an Departemen Agama (sejak 1989), dan Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989). Ia juga banyak aktif di beberapa organisasi profesional seperti menjadi Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah, Pengurus Konsorsium Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Quraisy Shihab juga aktif dalam kegiatan menulis. Di surat kabar Pelita, pada setiap hari Rabu ia menulis dalam rubrik “Pelita Hati”. Dia juga menjadi pengasuh rubrik “Tafsir Al-Amanah” dalam majalah dua mingguan (Amanah) yang terbit di Jakarta. Selain itu, dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi majalah Ulumul Qur`an dan Mimbar Ulama yang keduanya terbit di Jakarta. Selain kontribusinya untuk berbagai buku suntingan dan jurnal-jurnal ilmiah, ia juga menerbitkan beberapa buku, seperti Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang, IAIN Alauddin, 1984), Filsafat Hukum Islam (Jakarta, Departemen Agama, 1987), dan Mahhota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta, Untagma, 1988).

Sumber:



Friday, January 3, 2014

Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 1/1435H

Klik Gambar Untuk Memperbesar...



Doa Penutup Majelis

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”.