Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Monday, March 5, 2018

PENERIMA MANFAAT BULAN JANUARI-FEBRUARI 2018

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rabiul Akhir-Jumadil Awal 1439H / Januari-Februari 2018, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 3 orang Mustahiq terdiri dari 2 orang Cleaning Service dan 1 orang Petugas Kebersihan di daerah Falatehan Jakarta Selatan dan Grogol Jakarta Barat.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis dan Jama’ah Masjid Al-Mu’minun, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz.

Imam Majelis Ilmu 114.

* * *


Monday, February 26, 2018

MASBUK

Beberapa perkara penting terkait dengan Masbuk:
  1. Apabila seorang Makmum datangnya menjelang iqamah Shalat Fardhu, sehingga dia harus memilih antara Shalat Tahyatul Masjid atau Shalat Qabliyah, maka hendaknya mengutamakan Shalat Qabliyah.
  2. Seorang Makmum dikatakan sebagai Masbuk ketika tidak dapat ruku bersama dengan Imam.
  3. Seorang Makmum yang masbuk hendaknya melakukan 2 Takbir. Pertama, Takbiratul Ihram sebagai pembuka Shalat. Kedua, Takbir untuk kemudian mengikuti gerakan Imam (misalnya: jika saat masbuk, Imam sudah dalam posisi sujud, maka makmum langsung ikut sujud tanpa harus mengerjakan ruku dan i'tidal terlebih dahulul).
  4. Seorang Makmum yang masbuk hendaknya mengikuti Imam dan tidak boleh menyelisihi Imam (jika saat Imam sudah sujud, Makmum masbuk baru i'tidal, maka kondisi tersebut adalah salah. Semestinya kalau Imam sujud, maka Makmum ikut sujud, meskipun bacaan makmum saat i'tidal belum selesai).
  5. Masbuk hendaknya melanjutkan Shalat saat Imam selesai salam. Jangan langsung berdiri sementara Imam belum selesai salam.
  6. Masbuk melengkapi raka'at sesuai dengan ketentuan jumlah raka'at Shalat sempurna. Jika tertinggal 1 raka'at, maka setelah Imam salam, makmum lanjutkan shalat 1 raka'at.
  7. Seorang Makmum masbuk laki-laki hendaknya berdiri disamping  Imam dengan posisi satu langkah agak  di belakang Imam, hal ini jika shalatnya hanya berdua. Jika Makmum masbuk laki-laki yang baru datang adalah orang yang ketiga, maka hendaknya menepuk pundak makmum (orang kedua), dan pada saat akan sujud, posisi dua orang makmum tersebut sudah harus mundur/disesuaikan agar berada di shaf kedua, di belakang Imam.
  8. Jika Imam melakukan sujud sahwi maka makmum masbuk juga ikut sujud sahwi, meskipun makmum yang masbuk tidak lupa.
  9. Lebih baik masbuk daripada shalat sendiri. Jika shalat di suatu Masjid, hendaknya bergabung dengan shalat jama'ah yang sudah ada, jangan bikin shalat jama'ah yang lain.
  10. Saat masbuk, boleh mengambil orang yang sedang shalat sunnah sebagai imam. Shalat berjama'ah dalam kondisi masbuq boleh berbeda niat. Misalnya yang ditepuk pundaknya (orang yang akan dijadikan imam) adalah orang yang sedang shalat sunnah, sementara orang yang menepuk pundak (orang masbuk yang akan menjadi makmum) adalah orang yang akan shalat fardhu.
* * *

Monday, February 5, 2018

PENERIMA MANFAAT BULAN NOVEMBER-DESEMBER 2017

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Safar-Rabiul Awal 1439H / November-Desember 2017, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 4 orang Mustahiq terdiri dari 1 orang Pemulung Sampah dan 2 orang Petugas Kebersihan dan 1 orang Lansia di daerah Tomang Jakarta Barat, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Jatinegara Jakarta Timur.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis dan Jama’ah Masjid Al-Mu’minun, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz.

Imam Majelis Ilmu 114.

* * *


Tuesday, January 30, 2018

SIFAT-SIFAT ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA

Siapakan orang-orang yang beriman dan bertaqwa ? Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat”. [An-Naml (27) ayat 3]. Dalam ayat yang lain dijelaskan “(yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya”. [Al-Ankabut (29) ayat 59].

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. [Al-A’raf (7) ayat 201]. Orang yang senantiasa ingat kepada Allah SWT akan selalu dekat dengan Masjid. Allah SWT berfimran: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”. [At Taubah (9) ayat 18].

Tidak hanya itu, dalam Al-Qur’an kita banyak memperoleh penjelasan:

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. [Al-Furqan (25) ayat 63].

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. [Al-Furqan (25) ayat 64].

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.". [Al-Furqan (25) ayat 65].

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. [Al-Furqan (25) ayat 67].

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), [Al-Furqan (25) ayat 68].

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. [Al-Furqan (25) ayat 72].

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. [Al-Furqan (25) ayat 73].

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [Al-Furqan (25) ayat 74].

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. [Al-Mujadilah (58) ayat 22].

* * *

Tuesday, December 5, 2017

PENERIMA MANFAAT BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2017

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Muharram-Safar 1439H / September-Oktober 2017, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 3 orang Mustahiq terdiri dari 1 orang teknisi gedung dan 2 orang petugas kebersihan di daerah Falatehan, Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis dan Jama’ah Masjid Al-Mu’minun, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz.

Imam Majelis Ilmu 114.

* * *


Tuesday, November 28, 2017

SHALAT DALAM AYAT-AYAT AL-QUR'AN

KIBLAT.

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit (Nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit berdo’a dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah), maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 144).

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Qur’an Surah Al-Muzammil ayat 20).

SHALAT SESUAI TUNTUNAN.

Sesungguhnya Shalat menghadap ke kiblat pada waktu-waktu yang telah ditentukan (Maghrib, Isya, Shubuh, Dzuhur, dan Ashar) merupakan salah satu tuntunan bagi Muslim untuk Bersatu dalam satu visi dan misi yaitu “Hidup untuk Ibadah” dengan niat Lillahi ta’ala, berpedoman kepada satu Kitab Suci yaitu Al-Qur’an dan menjalaninya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Mari kita jadikan Shalat sebagai kebutuhan dan bukan sekedar melunasi kewajiban. Shalatlah kita sesuai tuntunan dan jangan kita sesatkan diri kita dengan perbuatan dosa dan ibadah tanpa tuntunan Islam. Oleh karena itu hendaklah setiap Muslim memperhatikan hal-hal yang diperintahkan dan hal-hal yang dilarang dalam Shalat. Sesungguhnya Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub (Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi), terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun” (Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 43).

TUNTUNAN SHALAT TELAH LENGKAP DAN SESUAI DENGAN SEGALA KONDISI

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar (Menurut pendapat jumhur arti qashar di sini ialah: sembahyang yang empat rakaat dijadikan dua rakaat/meringkas raka’at Shalat) sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 101).

“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 239).

Begitu indah tuntunan Islam yang telah mengatur secara lengkap semua urusan Ibadah dengan memperhitungkan semua kondisi yang mungkin terjadi.

TERUS BERUSAHA UNTUK KHUSYU’ DALAM SHALAT

Muslim yang sejati tidak sekedar memperhatikan hal-hal yang wajib dan hal-hal yang dilarang, tetapi juga memperhatikan hal-hal yang disunnahkan atau hal-hal yang dianjurkan dalam Islam. Sesungguhnya dalam setiap sunnah dan anjuran Islam pasti terdapat keberkahan. Maka setiap orang-orang yang beriman pasti akan berlomba-lomba untuk menunaikan sunnah dan anjuran Islam. Allah SWT menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunan bagi orang-orang yang bertaqwa dalam menjalani hidup dan menyelesaikan setiap persoalan dalam hidup. Allah SWT berfirman:

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 45-46).

* * *

Tuesday, October 3, 2017

PENERIMA MANFAAT BULAN AGUSTUS 2017

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Dzulhijjah 1438H / Agustus 2017, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 telah diberikan kepada 2 orang Mustahiq terdiri dari 1 orang laki-laki lansia pemulung sampah dan 1 orang laki-laki petugas kebersihan di daerah Falatehan, Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis dan Jama’ah Masjid Al-Mu’minun, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz.

Imam Majelis Ilmu 114.

* * *